Skip to content

Behind the Codes

Kalkulator KPR/KPA

KPR, KPA, Kalkulator2 min read

Salah satu hal yang akan kita lakukan saat kita sudah dewasa dan/atau sudah berkeluarga adalah membeli tempat tinggal. Baik itu berupa rumah atau apartemen. Ada beberapa cara pembelian rumah atau apartemen yang umum dilakukan di Indonesia seperti cash keras, cash bertahap, atau melalui KPR/KPA. Metode cash keras, atau cash bertahap sepertinya tidak perlu saya jelaskan karena prosesnya cukup mudah dan namanya sudah cukup menjelaskan produknya. Di post kali ini, saya akan fokus pada KPR/KPA saja.

Apa itu KPR/KPA?

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) adalah salah satu produk kredit perbankan yang bisa kita gunakan untuk membeli rumah atau apartemen, baik primary maupun secondary.

Syarat pengajuan KPR/KPA

Untuk mengajukan KPR/KPA, ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan, diantaranya:

  • KTP
  • KTP pasangan (jika ada)
  • KK
  • Akta Kelahiran (jika ada perbedaan nama dengan KTP)
  • NPWP
  • NPWP pasangan (jika pasangan bekerja)
  • Akta atau buku nikah
  • Data saudara kandung tidak serumah
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • Rekening koran 3 bulan terakhir (diutamakan rekening payroll)
  • Surat Keterangan Kerja dari perusahaan

Selain persyaratan di atas, biasanya bank juga mewajibkan calon debitur untuk telah bekerja di perusahaan yang sama selama minimal 2 tahun yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kerja seperti yang telah saya sebutkan di atas.

Proses pengajuan KPR/KPA

Untuk proses pengajuan KPR/KPA sendiri biasanya sebagai berikut:

  • Penyerahan dokumen
  • BI checking
  • Jika lolos BI checking, akan segera diproses oleh analis
  • SPK

Biasanya, yang cukup sulit adalah proses BI checking. Terutama, apabila kita memiliki kredit konsumtif seperti KTA atau KKB di bank atau institusi keuangan lain. Biasanya, besarnya rasio angsuran dan pemasukan yang sehat adalah tidak lebih dari 30% dari total pemasukan.

Apabila total angsuran kita sudah mendekati atau bahkan melebihi, sudah hampir pasti BI checking kita tidak akan lolos. Apalagi jika ada kredit kita yang statusnya tidak lancar. Bisa jadi kita diminta untuk melunasi salah satu kredit kita terlebih dahulu jika ingin melanjutkan proses KPR/KPA.

Cara menghitung angsuran KPR/KPA

Mungkin step ini yang banyak membuat orang bingung. Sebenarnya bagaimana sih cara menghitung besarnya angsuran KPR/KPA?

Perhitungan angsuran KPR/KPA dilakukan dengan menggunakan rumus anuitas, dimana walaupun besarnya angsuran tiap bulan besarnya sama, tetapi porsi bunga yang dibayarkan akan lebih besar di awal.

Dalam KPR/KPA dikenal ada 2 istilah bunga yaitu bunga fix dan bunga floating. Bunga fix dibatasi hanya untuk beberapa tahun awal kredit, biasanya selama 3 atau 5 tahun. Bunga floating adalah bunga yang besarnya bergantung pada suku bunga Bank Indonesia dan setiap bank bisa memiliki tingkat suku bunga yang berbeda. Bunga floating ini dapat berubah setiap tahunnya karena sangat bergantung terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Bagi kalian yang sedang merencakan untuk mengambil KPR/KPA, kebetulan saya sudah membuat spreadsheet yang dapat membantu dalam menghitung besarnya angsuran yang harus kalian bayarkan setiap bulannya, tergantung dari besarnya plafon pinjaman, bunga fix, tenor bunga fix, bunga floating, tenor bunga floating, dan tenor pinjaman KPR/KPA kalian.

Yang harus kalian lakukan hanyalah mengubah detail pinjaman yang ada di spreadsheet sesuai dengan kondisi kalian.

Detail Pinjaman

Setelah itu, tabel detail angsuran bulanan yang ada di spreadsheet akan terbarui secara otomatis.

Detail Angsuran

Kalian juga bisa melihat total bunga dan total angsuran yang harus kalian bayarkan pada akhir masa pinjaman.

Total Angsuran

Spreadhseet ini bisa kalian dapatkan di sini.

Semoga bermanfaat!

© 2021 by Behind the Codes. All rights reserved.
Theme by LekoArts